Hijrah Yuks

Bismillahirrahmanirrahim…
Halo semuanya, setelah lama saya tidak mengupdate blog ini, sekarang saya akan bercerita hal hal kecil yang ajaib sebelum ke pernikahan saya. Apa ajah? Yuk simak.
Kalau diingat-ingat dahulu kala saya adalah orang yang bisa dibilang bebas tanpa aturan dan keras kepala. Pertama-tama dahulu kala sempat buka lepas jilbab jaman sma, dikarenakan lihat kaka bagus pake jilbab dan takut hitam. Fyuuuh alasan apa pula itu, mungkin masih abg kali ya labil. Alhasil keluar SMA saya lepas jilbab saya, memang dulu dipakai untuk ke sekolah saja.
Jaman kuliah kalau tidak salah tingkat 3 saya mulai memakai jilbab. Mulai belajar memakai kerudung kembali. Apakah jilbab yang sesuai, hmmm saya rasa tidak ==”. Jeans ketat masih jadi andalan utama, dengan tampilan tomboy tapi feminim masih jadi andalan utama.
Okeh sudah cukup tampak nya bercerita masa lalu saya, kita lanjut ya ukh ke cerita kenapa dan pada saat kapan sih saya berubah (berasa power ranger). Wusssss…..
Sebenernya saya sudah ada niat sejak lama untuk membuang jeans-jeans saya, tapi disaat saya tidak memakai jeans saya masih memakai legging hitam sebagai andalan lainnya. Hadeuuuuh, jangan ditiru ya. Legging itu hanya pantas untuk dalaman bukan untuk dipakai luaran. Entah kenapa dari dulu tidak punya malu memakai pakaian seperti itu, saya tetep ingin terlihat modis mungkin ya dengan baju model-model saat itu. Lalu sampai disuatu saat saya berusaha menggunakan hijab sesuai dengan syar’i. Pertama-tama yaitu saat saya bertemu calon suami saya, dia membantu dan sangat memperhatikan penampilan saya agar menjadi lebih baik. Terimakasih ya :”>. Kedua yaitu teman kantor saya, kebetulan hijrah pada saat bersamaan Alhamdulillah wa syukurillah. :D. Ketiga sahabat saya dengan doanya walaupun dari jauh inshaAllah berkah.
Pertama-tama saya mulai menjulurkan kerudung saya untuk menutupi dada, pertama2 agak sulit karena kesannya banyak yang kurang modis ya, saya mulai dengan memakai pashmina karena lebih mudah untuk menjulurkan menutupi dada. Lalu saya mulai dengan memakai kerudung segi empat dengan ukuran yang lebih lebar, agak tidak carang dan aman. Lama-lama pakai dan terbiasa, Alhamdulillah punya parameter sendiri, alarm kalau pakai kerudung terlalu pendek. Pelan-pelan ya ukhti kalau mau memulai nya 😀 biar terbiasa. Kalau kerudung yang ukhti pakai itu carang usahakan gunakan dalaman kerudung panjang atau di dobel ukhti.
Kedua saya mulai memakai gamis, ini nih cobaan saat memakai gamis adalah dapat komentar dari modelnya norak, kaya nenek2, kaya teroris, nakutin, sampai gelember2 ih. Sampai akhirnya berkomentar kamu lebih cantik seperti itu :D. Saya yang dahulu agak tomboy, pelan2 menjadi wanita yang agak anggun, percaya aja ya . Pastikan gamis yang ukhti gunakan bukan gamis yang lagi ngetren saat ini, dengan bahan jatuh dan nyeplak tubuh. Jauhi ya. Seriusan ga cantik loh kalau d pakai.
Ketiga saya mulai memakai kaos kaki. Kenapa? Kaki termasuk aurat ukhti shalihah, jadi harus kita tutupi juga ya. Awalnya agak sulit nih, dahulu memang terbiasa memakai kaos kaki karena sering memakai sepatu. Namun apabila saya memakai sandal saya dulu tidak memakai kaos kaki. Sekarang wajib ya. Pakai kaos kaki kemana dan apapun aktifitas nya. Cari kaos kaki yang nyaman dan panjang menutupi betis kalau bisa. Takut2 ukhti sekalian tidak suka memakai celana sebagai dalaman gamis, kalau saya sih pakai celana kulot atau legging untuk gamis yang tebal.
Sedikit cerita tentang batasan aurat wanita ya ukhti, afwan koreksi bila saya salah ya.
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya, dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” (QS: An-Nur, 31)
“Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min semua hendaklah mereka menghulurkan jilbab-jilbab mereka atas (muka-muka) mereka. Yang demikian itu lebih mendekati mereka untuk dikenal supaya mereka tidak diganggu.” (al-Ahzab: 59)
Nah sudah cukup jelas kan ayat diatas sedikit banyak menjelaskan syarat-syarat pemakaian jilbab untuk kaum muslimah.
Masikah kita berkata, saya belum siap berhijab dan menutup aurat, dan yang bagi sudah berhijab namun belum sesuai syar’i, tidakah lebih baik mulai belajar sedikit demi sedikit dari sekarang.
Okeyh, saya akhiri sedikit penggalan kisah dari saya.

Jazakummullah khairan khatsiran.
Assalamualaikum Wr Wb.

Iklan

One thought on “Hijrah Yuks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s